PROGRAM SEDEKAH MINYAK JELANTAH : DARI LIMBAH JADI BERKAH
Penulis :
Ceshilia Putri Palaguna
Di penghujung tahun 2024 yang lalu, SMP Negeri 2 Jakarta bekerjasama dengan rumah sosial kutub meluncurkan program sedekah minyak jelantah. Program ini sejalan dengan program sekolah tersenyum (terima sedekah minyak jelantah untuk mereka) dari suku dinas jakarta pusat yang juga bekerja sama dengan rumah sosial kutub. Program ini bertujuan sebagai media edukasi penanaman nilai hidup sehat, hidup bersih, dan hidup berkah kepada siswa siswi serta menciptakan kemandirian bagi sekolah dalam melaksanakan program adiwiyata lainnya. Program ini juga bermanfaat untuk menjaga kelestarian lingkungan dengan mencegah pencemaran air oleh limbah minyak jelantah. Seperti yang kita ketahui bersama, penanganan limbah domestik di Indonesia belum baik, padahal limbah domestik yang bersumber dari sampah rumah tangga merupakan jenis sampah yang mendominasi pencemaran lingkungan dan penumpukan di tempat pembuangan akhir. Masyarakat Indonesia juga belum memahami secara menyeluruh dampak membuang minyak jelantah sembarangan dan bagaimana cara membuang sisa minyak jelantah di rumah agar tidak mencemari lingkungan. Untuk itu, program sedekah minyak jelantah menjadi solusi dari masalah tersebut. Minyak sisa di rumah dapat disedekahkan di sekolah sehingga limbah tersebut tidak menjadi masalah bagi lingkungan dan bahkan bisa menjadi berkah dan dimanfaatkan kembali menjadi bahan yang berguna dengan proses recycle.
Kerjasama antara
SMP Negeri 2 Jakarta dan Rumah Sosial Kutub dimulai dari tanggal 21 November
2024. Ibu Rini Pujiastuti selaku kepala sekolah telah menandatangani MOU dengan
rumah sosial kutub dan bekerja sama selama satu tahun. Sekolah berfungsi
sebagai tempat penampungan sementara minyak jelantah yang disedekahkan, setelah
terkumpul cukup banyak minyak jelantah akan diambil oleh rumah sosial kutub
secara berkala. Pokja 3R (reuse, reduce, recycle) yang dikoordinatori oleh Ibu
Titi Ulin Nuha menjadi tim yang bertanggungjawab terhadap jalannya program
sedekah minyak jelantah ini. Para kader yang terdiri dari siswa siswi kelas 8C
akan mengambil minyak jelantah ke kelas-kelas sesuai jadwal yang telah
ditentukan. Kemudian para kader akan menuangkan minyak jelantah ke dalam
jeriken- jeriken penampungan minyak. Setelah berjalan kurang lebih selama 3
bulan telah terkumpul kurang lebih 270 kg minyak jelantah. Tidak terbayangkan
jika program ini tidak ada, sebanyak 270 kg minyak jelantah akan dibuang dan
mencemari lingkungan dan ekosistem air. Ibu Titi berharap lebih banyak siswa
yang berpartisipasi dalam program ini sehingga potensi pencemaran air akibat
limbah minyak jelantah dapat menurun.
Program sedekah
minyak jelantah ini juga dapat dikembangkan lebih lanjut, misalnya tidak hanya
mengirimkan minyak jelantah ke rumah sosial kutub tetapi siswa dapat dilibatkan
secara langsung dalam proses recycle minyak jelantah. Beberapa produk yang
dapat dibuat menggunakan minyak jelantah misalnya sabun dan lilin aroma terapi.
Ibu Titi berharap dengan pengembangan tersebut, para kader akan mendapatkan
pengetahuan, pengalaman dan keterampilan baru melalui kegiatan adiwiyata ini.
Ibu Titi juga berencana untuk bekerjasama dengan petugas kantin sekolah untuk
ikut berpartisipasi dalam menyedekahkan minyak jelantah mereka sehingga program
ini dapat menjangkau seluruh warga sekolah baik itu, siswa, guru, tenaga
pendidik, petugas kantin dan kontribusi dari orangtua siswa.
Nadine salah
satu kader 3R mengatakan bahwa program pengumpulan minyak jelantah ini
memberikan pengalaman baru dan sangat berharga karena dia dapat berkontribusi
dalam menjaga lingkungan dan dapat belajar mengenai daur ulang dan manfaat dari
minyak jelantah. Selama menjadi petugas minyak jelantah banyak suka dan duka
yang dirasakannya misalnya bau minyak jelantah yang menyengat membuat dia dan
temannya yang lain awalnya tidak terbiasa. Namun hal tersebut tidak mematahkan
semangat siswa siswi tersebut untuk berkontribusi dalam program sedekah minyak
jelantah.
“Program ini
memberikan wawasan baru kepada saya tentang bagaimana minyak jelantah dapat
diolah kembali menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat, seperti sabun atau lilin.
Selain itu, saya dapat berinteraksi dengan kaka atau adik kelas yang belum saya
kenal untuk mensosialisasikan program ini dan meningkatkan keterampilan
komunikasi dan kerjasama tim.” Tutur Nadine.
Sedangkan
menurut Adinda, petugas minyak jelantah lainnya, mengikuti program sedekah
minyak jelantah ini sangat seru, dan siswa siswi SMP Negeri 2 Jakarta juga
sudah mulai antusias untuk ikut andil dalam mengumpulkan minyak jelantah.
Adinda berharap agar program ini terus berjalan dengan baik. dia merasakan
manfaat dengan menjadi semakin sadar akan pentingnya menjaga lingkungan dan
bagaimana dampak dari sampah dan limbah yang kita hasilkan dari aktivitas yang
kita lakukan sehari-hari terhadap lingkungan, makhluk hidup lain serta
kenyamanan kita bersama.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar