PROGRAM KETAHANAN PANGAN SUKU DINAS PENDIDIKAN JOHAR BARU:
MENANAM CABAI DI KEBUN SEKOLAH
Penyerahan tanaman cabai secara simbolis oleh perwakilan guru
SMP Negeri 2 Jakarta
Seluruh guru dan
tenaga pendidik di SMP Negeri 2 Jakarta turut serta dalam program ketahanan
pangan Suku Dinas Pendidikan Jakarta Pusat 2 (SUDIN JP 2) dengan membawa dan
menanam cabai rawit di kebun sekolah. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 24
Januari 2025 di kebun sayur SMP Negeri 2 Jakarta. Sebanyak 36 guru dan 10 tenaga
pendidik membawa tanaman cabai yang akan ditanam di kebun sayur sekolah. Total
cabai yang terkumpul berjumlah sekitar 70 pohon. Beberapa tanaman cabai di
tanam di lahan kebun sayur sekolah, namun sebagian besar disimpan di polibag
karena keterbatasan lahan kebun yang dimiliki. Kegiatan ini merupakan
kontribusi dari SMP Negeri 2 Jakarta dalam mensukseskan program ketahanan
pangan SUDIN JP 2. Tanaman cabai ini diharapkan dapat dipanen sebelum idul
fitri.
Penanaman pohon
cabai di sekolah bukan hanya sekedar kegiatan penghijauan tetapi juga memiliki
manfaat antara lain untuk ketahanan pangan karena cabai adalah salah satu
komoditas pertanian yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari,
mengembangkan keterampilan praktis seperti perencanaan, pelaksanaan dan
pengelolaan kegiatan pertanian, mengurangi polusi udara dengan memberikan ruang
hijau yang segar bagi lingkungan sekolah, mendukung program pemerintah dalam
upaya penghijauan dan peningkatan kualitas lingkungan, serta mengajarkan warga
sekolah untuk bertanggung jawab terhadap lingkungan dan alam sekitar. Selain
itu, kegiatan ini juga mendukugn keberlanjutan program adiwiyata, dengan
memberikan edukasi tentang pentingnya menjaga kelestarian alam, mengelola
sampah, dan memanfaatkan hasil pertanian secara efisien. Dengan dilakukannya
kegiatan ini, diharapkan dapat tercipta kesadaran ekologis yang lebih tinggi,
serta menciptakan lingkungan yang lebih hijau dan sehat.
Ibu Rini
Pujiastuti selaku Kepala SMP Negeri 2 Jakarta menerima tanaman cabai yang
dibawa oleh guru dan tendik secara simbolis. Ibu Rini juga menjadi orang
pertama yang menanam cabai di kebun sekolah dan kemudian diikuti oleh guru-guru
yang lain. Menurut Ibu Rini, cabai rawit merupakan komoditas yang sangat luar
biasa dan salah satu bahan masakan yang pasti ada di setiap rumah sehingga
harga dan keberadaannya penting bagi ketahanan pangan. Selain itu, filosofi
dari rasa cabai yang pedas itu bisa menjadi lecutan untuk memacu kita untuk
tetap semangat menanam. Bukan sebatas cabai yang ditanam, bisa jadi ini menjadi
awal bagi para guru dan tenaga pendidik untuk gemar menanam tanaman yang
lainnya. Dan bukan hanya di sekolah namun kebiasaan baik ini harapannya dapat
terbawa hingga ke rumah masing-masing. Hal ini sejalan dengan program
pemerintah dalam hal ketahanan pangan dan juga program sekolah adiwiyata untuk
menghijaukan sekolah.
Bapak Selamet
Hariyanto selaku ketua adiwiyata sangat mengapresiasi kegiatan penanaman cabai
di sekolah ini. Menurutnya, kegiatan ini sangat bagus dan sejalan dengan
program adiwiyata di sekolah. Guru-guru juga sangat antuasias dalam mengikuti
kegiatan tersebut. harapannya, untuk dua hingga tiga bulan ke depan cabai dapat
dipanen secara bersama-sama dan ke depannya kegiatan serupa dapat dilakukan
kembali dengan jenis tanaman yang lain. Sejalan dengan pendapat Ibu Ika Widiati
Sinaga yang merasa bahwa program ini sangat mendukung program adiwiyata dan
juga dapat menguntungkan bagi warga sekolah. Begitupun Ibu Anni’mah Iriastuti
yang merasa senang dapat ikut terlibat langsung dan mendapatkan pengalaman
menanam di sekolah. Ibu Anni berharap setelah panen nanti, cabai dapat
dimanfaatkan oleh warga sekolah karena harga cabai sedang naik dan mahal
sekali. Kegiatan ini juga bermanfaat karena cabai hasil panen dapat dijual dan
uang hasil penjualannya dapat dimanfaatkan untuk keperluan kegiatan adiwiyata
lainnya seperti membeli pupuk dan media tanam untuk penghijauan di sekolah.
Bukan kali ini
saja warga SMP Negeri 2 Jakarta melakukan kegiatan penghijauan di sekolah.
Sebelumnya, warga sekolah sudah terbiasa untuk melakukan kegiatan menanam di
sekolah. Salah satunya adalah kegiatan menanam sayur yang di lakukan oleh pokja
urban farming. Kader pokja urban farming yang terdiri dari siswa-siswi kelas 8H
melakukan kegiatan menanam dengan 3 cara yaitu secara konvensional, hidroponik
dan aquaponik. Beberapa sayuran yang telah ditanam dan dipanen oleh para kader
diantaranya kangkung, pakcoy, bayam dan pare. Sayur-sayur yang telah dipanen
tersebut kemudian dijual kepada guru maupun warga sekolah yang lain. Kegiatan
menanam ini bukan hanya bermanfaat untuk menghijaukan dan membuat asri
lingkungan sekolah, lebih lanjut kegiatan ini merupakan lifeskill yang dapat
bermanfaat bagi kehidupan siswa di kemudian hari.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar